Senin, 27 Desember 2010

Penyebab Tenaga Mesin Lemah

Saat berkendara pastinya pengemudi bisa merasakan jika mobil yang digunakan tidak enak, entah itu perjalanan dekat ataupun jauh. Terutama masalah tenaga mesin, umumnya banyak yang mengeluhkan 'sudah injak gas dengan dalam, tapi laju mobil segitu-gitu saja'. Jika terjadi hal seperti ini pastinya banyak efek samping yang dapat merugikan saat berkendara, salah satunya hilangnya kenyamanan berkendara, penat, dan mobil jadi lebih boros BBM.
Untuk itu SO mania perlu mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Beberapa penyebab umumnya adalah :

  1. Kualitas Bahan Bakar : Hal ini jelas sangat berpengaruh pada performa mesin. Hubungannya adalah, setiap mesin mobil memiliki tingkat kompresi yang berbeda-beda, semakin tinggi nilai kompresinya berarti mesin diharuskan memakai BBM yang beroktan tinggi untuk mendapatkan pengapian yang sesuai. Mesin dengan kompresi tinggi yang menggunakan BBM beroktan rendah, maka pengapian jadi tidak sempurna, alhasil tenaga mesin jadi tidak maksimal akibat banyaknya BBM yang tidak terbakar. Jadi gunakanlah jenis BBM yang kadar oktannya dianjurkan oleh pihak pabrikan atau sesuaikan dengan spesifikasi mesin.
  2. Busi Rusak : Busi masih berhubungan dengan kualitas pengapian mesin. Oleh karena itu, kondisi busi sangat mempengaruhi performa mesin. Jangan tunggu busi sampai rusak atau mati total, rutin mengganti busi setiap 20.000 Km adalah hal yang sangat dianjurkan agar pengapian selalu dalam kondisi optimal.
  3. Campuran BBM dan Udara Kurang Tepat (Air to Fuel Ratio): Pada mesin mobil yang masih menggunakan karburator, hal ini dapat terjadi. Ini karena campuran BBM lebih banyak dari udara, jadi pengapian tidak sanggup membakar seluruh BBM yang masuk keruang bakar, akibatnya terjadilah banjir bensin yang juga bisa menyebabkan mogok.
  4. Air Filter Kotor : Air filter atau saringan udara sangat berpengaruh pada performa mesin, karena tugasnya menghisap udara dan menyaringnya dari debu an kotoran untuk kebutuhan pembakaran. Jika saluran air filter sudah dipenuhi oleh kotoran, maka menyebabkan aliran udara tidak lancar, alhasil pembakaran mesin jadi miskin udara dan otomatis performa mesin menurun akibat pembakaran yang tidak sempurna.
  5. Sistem Rem Macet : Rem yang macet tentu saja membuat laju mobil tertahan atau bahkan tidak dapat melaju sama sekali. Jika kondisi kanvas rem dalam keadaan mengerem atau menekan disk atau dinding tromol, tentunya laju mobil akan tertahan. Inilah yang menyebabkan bukaan gas sudah besar tapi laju mobil tetap berada pada kecepatan yang rendah alias tertahan. Kerusakan ini dapat dideteksi dengan cara memposisikan mobil pada jalanan yang miring, lalu melepaskan rem, jika mobil melaju ketempat yang lebih rendah berarti rem dalam kondisi baik, namun jika mobil diam ditempat atau berjalan lambat ketempat yang lebih rendah , maka dapat dipastikan rem bermasalah atau macet. Jika rem disk, biasanya piston kaliper kotor atau seal nya telah rusak, sehingga ketika piston bergerak menekan kanvas (pad rem), posisinya tidak dapat kembali ke posisi bebas.
  6. Knalpot Bocor : Selain mengurangi performa mesin dan menimbulkan bunyi bising yang mengganggu, knalpot yang bocor juga dapat membuat gas hasil pembakaran mesin yang mengandung karbondioksida (CO) masuk ke dalam kabin. Jangan anggap remeh hal ini, karena pada konsentrasi tertentu, CO yang masuk ke kabin bisa mematikan manusia. Gejala ini bisa dirasakan pada mata yang terasa pedih, dan hidung yang mencium bau sisa pembakaran yang tak enak. Terutama di musim hujan seperti saat ini, jika knalpot sudah diketahui ada yang bocor mutlak harus dilakukan perbaikan, karena penumpang biasanya menutup semua jendela, sehingga bisa memacu tingginya konsentrasi CO di ruang penumpang.
Nah buat SO! Mania yang berencana untuk liburan akhir tahun dengan mobilnya, sebaiknya cek dulu point-point di atas demi kenyamanan sepanjang perjalanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar